UTM Corporate Video

Life in UTM

Artikel dan Berita PPI UTM

11082580_1161919617155814_2942913010799927439_n

Musyawarah Anggota PPI UTM XIX 2015

Hari Sabtu lalu, 10 Oktober 2015, Musyawarah Anggota (MA) PPI UTM kembali diadakan. MA PPI UTM ke-XIX kali ini bertempat di Auditorium Al-Razi, T02, Faculty of Biosciences and Medical Engineering (FBME) UTM. Seperti biasanya, MA meliputi pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari Pengurus PPI UTM 2014/2015 yang disampaikan oleh Ketua PPI UTM periode 2014/2015, Sdr. Aulia Nur Zhahran. Setelah penyampaian LPJ, para peserta MA memutuskan untuk menerima LPJ tersebut dengan catatan, yang harus diselesaikan maksimal 2 minggu setelah MA (24 Oktober 2015).

Setelah penyampaian LPJ, para peserta MA membahas dan mengadakan beberapa amandemen terkait Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPI UTM, Garis Besar Program Kerja Organisasi (GBPKO), dan Rekomendasi. Salah satu isu yang dibahas dalam Rekomendasi ialah cara untuk lebih melibatkan mahasiswa Indonesia yang terdaftar di UTM Kuala Lumpur didalam acara-acara dan kemudian juga didalam struktur organisasi PPI UTM kedepannya, yang berpusat di UTM Johor Bahru.

Di penghujung acara MA, diadakan pemilihan Ketua PPI UTM periode 2015/2016. Dari beberapa bakal calon yang mencalonkan diri dan dicalonkan, akhirnya terdapat dua calon ketua saja yang menyatakan kebersediaannya untuk dipilih sebagai Ketua PPI UTM periode 2015/2016. Calon pertama ialah Sdr. Ksatriya Anantayutya (mahasiswa S-1 FCEE, Faculty of Chemical and Energy Engineering), calon kedua ialah Sdri. Laila Dina Amalia Purba (mahasiswa 2-1 FBME, Faculty of Bioscience and Medical Engineering). Setelah peserta MA tidak bisa mencapai kesepakatan melalui musyawarah mufakat, voting pun diadakan untuk memilih Ketua PPI UTM periode 2015/2016. Voting ini dimenangkan calon pertama, Sdr. Ksatriya Anantayutya dengan perbedaan suara yang cukup tipis dengan Sdri. Laila Dina Amalia Purba.

MA pun ditutup dengan serah terima jabatan secara simbolis oleh Ketua PPI UTM periode 2014/2015, Sdr. Aulia Nur Zhahran (sebelah kiri foto) kepada Ketua PPI UTM periode 2015/2016 yang baru saja terpilih, Sdr. Ksatriya Anantayutya (sebelah kanan foto). Daftar Pengurus dan Penasihat PPI UTM untuk periode 2015/2016 dan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PPI UTM periode 2014/2015 akan dikabarkan selanjutnya.

Info UTM International Cultural Mega Festival 2014

11193410_488921551256428_2821487363652247382_n

Nantikan acara International Cultural Mega Festival 2015 pada bulan November 2015 ini. Acara ini merupakan acara kebudayaan yang merupakan kerjasama seluruh International Student Society di UTM (termasuk PPI UTM, yang dikenal juga sebagai International Student Society – Indonesia di UTM) dan Majlis Perwakilan Mahasiswa UTM.

Facebook Page: https://www.facebook.com/ICMF2015

11096673_1083092961705147_6227481786126437084_n

Isra’ Miraj 1436 H PPI UTM

Hari Jum’at, 15 Maret 2015, yang lalu, PPI UTM kembali mengadakan peringatan Hari Isra’ Miraj tahun 1436 H. Peringatan Isra Miraj kali ini mengusung tema “One Night Journey”. Acara ini berlangsung pada Jumat malam, sehabis shalat Isya. Dalam acara ini turut hadir pula Bpk. Taufiqur Rijal, selaku Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Bpk. Dr. Ardiansyah Syahrom, selaku Pembina PPI UTM 2014/2015, dan juga Sdr. Aulia Nur Zhahran selaku Ketua PPI UTM 2014/2015.  Turut diundang juga beberapa perwakilan dari Persatuan Mahasiswa Islam UTM (PMI UTM).

Acara peringatan Isra’ Miraj kali ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama merupakan ceramah yang diisi oleh Ustadz Zainuddin Maali. Ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Zainuddin ini bertemakan “Parenting Nabawiyyah”, yang merupakan penjelasan mengenai cara membina keluarga ala Rasulullah SAW. Setelah sesi ceramah usai, dilanjutkan dengan sesi forum tanya jawab yang bertemakan “Jodoh – Refleksi Diri”. Forum ini diisi oleh dua narasumber, yaitu Dr. Dedi Hermawan Bagus Wicaksono dan Ibu Ida Fauziah. Dr. Dedi Hermawan Bagus Wicaksono merupakan salah seorang dosen Indonesia di UTM, tepatnya di Faculty Biosciences & Medical Engineering. Sedangkan, Ibu Ida Fauziah merupakan penulis buku, diantaranya berjudul Puzzle Jodoh, Puzzle Cinta, dan berpartisipasi dalam penulisan buku Best of Belanda.

Seusai sesi forum, diadakan sesi tanya jawab dan pembagian hadiah bagi peserta tanya jawab. Acara kemudian diakhiri dengan doa dan sesi foto bersama.

11154611_440491992782807_4755785200598247518_o

Farewell Party Konvokesyen ke-54 PPI UTM

Dalam rangka menyambut Konvokesyen UTM yang ke-54, yang berlangsung pada 25-26 April, PPI UTM kembali mengadakan acara Farewell Party nya. Acara ini berlangsung pada hari Jum’at, 24 April 2015, di Dewan Al-Dinawari, Block T02, Faculty of Biosciences and Medical Engineering. Acara ini dimulai dari jam 5.30 hingga 7.30 waktu Malaysia. Acara ini dihadiri oleh para graduan beserta keluarga masing-masing, dan juga anggota-anggota PPI UTM yang lainnya.

Acara Farewell Party ini diawali dengan rangkaian kata sambutan dari Sdri. Shafira Inanda Putri, selaku Ketua Panitia Farewell Party kali ini. Disusul dengan kata sambutan dari Sdr. Aulia Nur Zhahran, selaku Ketua PPI UTM periode 2014/2015, dan juga kata sambutan dari Dr. Ardiansyah Syahrom, yang juga merupakan salah satu dari Penasihat PPI UTM. Para graduan, yang diwakili oleh Sdri. Fatim Assahra, juga turut menyampaikan kata sambutannya di acara ini.

Setelah sesi makan-makan dan penampilan musik dari beberapa anggota PPI UTM, acara dilanjutkan dengan pembagian medali kepada para graduan yang hadir di acara Farewell Party kali ini. Seusai acara pembagian medali, acara diramaikan dengan adanya games bagi para anggota PPI UTM dan graduan yang hadir. Serangkaian hadiah pun dibagikan kepada peserta games kali ini. Acara diakhiri dengan tarian massal dari anggota-anggota PPI UTM, dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Kenalan Sama Waktu

“Tak kenal maka tak sayang”, begitu kalau kata pepatah. Supaya semua yang kita kerjakan jadi hal yang menyenangkan, atau tidak merasa ada beban, sudah sepantasnya kita “sayang” sama aktivitas yang kita kerjakan itu, bukan aktivitas yang buruk tentunya ya.

Mungkin ini ya salah satu hikmahnya jadi mahasiswa di luar negeri, bisa kenalan sama waktu. Di Malaysia, beda satu jam sama Waktu Indonesia bagian Barat (WIB). Nah, itu baru pandangan awalnya. Masuk di masa awal-awal kuliah, ya tentu saja akan selalu ada tahap perkenalan sama waktu. Ada yang bilang, “kuliah itu kalau cuma belajar di kelas, diam, jadi kutu buku, tidak ada tantangannya, nah begitu weekend gak tau mau ngapain”. Ada juga yang bilang “menjadi yang terbaik di kelas itu objektif utama kita kuliah”. Itu sih opini masing-masing.

Membahas kegiatan lain, di UTM (Universiti Teknologi Malaysia) ini ada banyak organisasi, komunitas dan klub. Tinggal dipilih aja mau ikut yang mana. Yang “wajib” buat orang-orang Indonesia yang belajar di UTM itu ya ikut PPI (Persatuan Pelajar Indonesia). Selain itu juga, ada klub debat, ada PMI(Persatuan Mahasiswa Islam), ada klub fotografer, klub olahraga, dan banyak lagi yang gak bisa disebutkan disini.

*Satu tips yang harus diingat, kalau mau merasakan sensasi organisasi di UTM, pilihlah yang sesuai dengan hati dan nikmati petualangannya.*

Menghadapi petualangan dalam organisasi, kehidupan sosial di UTM dan menghadapi pelajaran di-kelas, nah ada beberapa tips nih untuk kenalan lebih lanjut sama waktu.

#1. Buatlah pembagian waktu untuk setiap aktivitas yang dikerjakan, baik itu assignment, tutorial atau program dari organisasi yang kita ikut. Contohnya bikin timetable atau gantt chart.

#2. Kerjakan yang lebih utama, yang prioritasnya lebih tinggi. Pikirkan juga alternatif lain dan resikonya, kalau pekerjaan itu tidak diselesaikan

#3. Dibawa santai, tapi jangan terlalu santai dan jangan terlalu kaku juga. Kita yang buat jadwal tapi jangan pula kita yang gak taat jadwal. Fleksibilitas diri juga perlu. Jangan lupa istirahat yang cukup.

*Tips-tips diatas dikutip berdasarkan survei random dari perwakilan JKM (Jawatan Kuasa Mahasiswa) Kolej Tun Razak, PMI UTM, Palapes UTM, KKDK (Kelab Kerjaya Dan Kaunseling) dan tentunya dari PPI UTM. Walaupun sibuk di organisasi, tapi akademik juga harus tetap oke*

Nah, udah tau kan strategi petualangan di organisasi. Karena itu, manfaatkanlah, hargailah waktu dengan sebaik-baiknya, bahkan seseorang pernah bilang, “tidur dalam waktu 15 menit di UTM itu aja udah berharga banget”. Oke deh, jabat tangan sama waktu dan kenali waktumu lebih dalam lagi. Semoga bermanfaat.


Penulis:

Rakhmania, mahasiswa S1 jurusan Industrial Biology, Faculty of Bioscience and Medical Engineering, UTM

Info Kuliah Online Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional

11095362_10204148024596507_5949466208354677320_n

Kuliah Online Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) selanjutnya bersama Prof. Dr. Hadi Nur yang bekerja sebagai Director Centre for Sustainable Nanomaterials Ibnu Sina Institute for Scientific and Industrial Research Universiti Teknologi Malaysia. Tema yang akan disampaikan mengenai “Scholarly Life with Scientific Research and Publications”.

Kuliah Online I-4 ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 April 2015 Pukul 10.00 WIB yang akan dimoderatori oleh Fahita Advani, B.Sc (Hons), MA dari divisi Media I-4. Untuk mengikuti kuliah online nya dengan cara klik link berikut ini:

http://i-4.or.id/id/2015/04/02/kuliah-online-i-4-scholarly-life-with-scientific-research-and-publications/

Merantau: Ilmu Kehidupan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi merantau ialah: berlayar (mencari penghidupan) di sepanjang rantau (dari satu sungai ke sungai lain dsb); pergi ke pantai (pesisir); pergi ke negeri lain (untuk mencari penghidupan, ilmu, dsb). Adapun secara terminologi, merantau berasal dari bahasa Minangkabau, dengan kata dasar rantau yang memiliki arti wilayah (wilayah inti dari Minangkabau itu sendiri).

Pentingkah kita mengetahui definisi merantau?

Penulis teringat dengan kutipan sebuah syair yang mengatakan, “Merantau lah maka akan kau temukan jalan pulang, merantau lah maka kau akan tahu siapa yang akan kau rindukan”.

Sebenarnya, untuk apa kita merantau?

Terkadang, ada sedikit perasaan takut saat kita hidup jauh dari kampung halaman, jauh dari keluarga dan teman-teman dekat. Seorang guru sekolah menengah berkata, “Jangan bangga, kalau hanya menang kandang” yang tentunya artinya, pengetahuan kita hanya disitu-situ saja. Dunia ini tak hanya bulat, tapi ianya luas untuk kita jelajahi.

Contohnya, kita coba pergi ke India. Sejauh ini, kita hanya tahu India dari buku, ensiklopedia, televisi ataupun sekedar dari Google. Tapi, tak ingin kah kita berpetualang bersama realita kehidupan mereka yang mungkin jauh berbeda dengan kehidupan kampung halaman kita dan merasakan sensasi culture-shock disana?. Ataupun, kita coba pergi ke Eropa, yang mungkin keadaannya berbeda seratus-delapan-puluh derajat dengan kampung halaman kita. Atau mungkin kita tertarik untuk berpetualang ke negara-negara tetangga kita seperti, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam. Mungkin juga tidak harus dengan pergi ke negara lain. Kita bisa juga pergi ke tempat-tempat di berbagai pulau yang ada di Indonesia, pulau Jawa misalnya, menyelami kehidupan ibukota Jakarta.

Ada pepatah yang mengatakan, “Lain padang, lain belalang. Lain sungai, lain pula ikannya”. Dari bahasa yang digunakan saja sudah berbeda, meski perbedaan itu hanya ibarat kulit bawang, yang didalamnya masih berlapis-lapis, masih banyak lagi perbedaan-perbedaan lainnya.

Apa yang penulis coba sampaikan disini tak lain tak bukan ialah untuk sedikit memberi daya tarik dari merantau kepada pembaca. Orang juga ada yang bilang, “Merantau itu tidak enak kalau sebentar-sebentar ingin pulang”, memang mungkin begitulah adanya.

Sebenarnya apa yang kita dapat dari merantau?

Tak hanya sekadar pengharapan kehidupan, tapi juga ilmu. Bukan hanya ilmu mata pelajaran sekolah seperti sains, matematika, bahasa dan yang lainnya, tapi yang terpenting adalah ilmu kehidupan.

Mungkin kita mengenal Bung Hatta, B.J Habibie, Ahmad Fuadi, Andrea Hirata, Chairil Tanjung. Tokoh-tokoh diatas adalah segelintir orang yang bisa dibilang termasuk ke dalam kategori orang merantau yang sukses. Jadi, apakah merantau itu untuk mencari kesuksesan?

Kita baru akan menemukan jawabannya setelah kita merasakan sendiri bagaimana merantau itu.

Penulis hanya ingin menggaris bawahi juga bahwasanya merantau itu adalah pergi dan kembali, membawa bersama ilmu kehidupan. Merantau lah, rasakan sensasi adaptasi dan ekspektasi di negeri orang yang mungkin tak kau temukan di negeri sendiri.

 

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa

Anak panah jika tak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam

Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika didalam hutan

 – Imam Syafi’i –


Penulis:

Rakhmania, mahasiswa S1 jurusan Industrial Biology, Faculty of Bioscience and Medical Engineering, UTM

Rapat ke-3 Pengurus PPI UTM 2014/2015

Pada hari Jum’at, 27 Maret 2015, diadakan rapat para pengurus PPI UTM 2014/2015. Rapat kali ini berlangsung dengan sederhana di persekitaran Tasik Ilmu UTM. Dalam rapat ini, dibahas progress keempat bidang dalam kepengurusan PPI UTM (bidang Akademik dan Kerohanian, bidang Sosial dan Pengembangan Organisasi, bidang Kewirausahaan, dan bidang Seni, Budaya, Olahraga dan Unit Kegiatan Mahasiswa.

Selain membahas progress dan pencapaian tiap-tiap bidang, program-program PPI UTM yang akan diadakan dalam waktu dekat juga menjadi bahan perbincangan. Program-program yang dibicarakan diantaranya program Holiday Trip bagi anggota-anggota PPI UTM yang dijadwalkan pada libur mid-semester pada awal April, Farewell Party bertepatan Konvokesyen ke-54 pada 25 April, serta ICF (International Cultural Festival) yang merupakan program yang digagas oleh PPI UTM bekerjasama dengan ISS (International Student Society) dari berbagai negara yang ada di UTM, dan juga Majlis Perwakilan Mahasiswa UTM.

11050107_1048677715146672_3458903084610169063_o

BLAST (Be a Leader and Smart Thinker) PPI UTM

Memasuki semester ke-2 tahun ajaran 2014/2015 ini, PPI UTM kembali mengadakan kegiatannya. Kegiatan di semester yang ke-2 ini diawali dengan acara yang berjudul BLAST atau “Be a Leader and Smart Thinker”, yang merupakan suatu acara latihan dasar kepemimpinan. Acara yang diadakan pada Sabtu pagi, 21 Maret 2015 ini, mengundang Prof. Madya Syed Mohamed Shafeq bin Syed Mansor sebagai narasumber utamanya. Beliau ini merupakan dosen dari Fakulti Pendidikan UTM, yang juga merupakan praktisi NLP (Neuro-Linguistic Programming).

Dalam acara ini, selain diramaikan oleh mahasiswa Indonesia di UTM, turut hadir pula Prof. Dr. Hadi Nur dan Dr. Ardiansyah Syahrom, yang merupakan dua dari dosen-dosen Indonesia di UTM dan juga menjadi Penasihat PPI UTM 2014/2015 ini. Perwakilan dari KJRI, yang diwakili oleh Ibu Dewi Lestari selaku Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru, Malaysia. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh teman-teman dari Majlis Perwakilan Mahasiswa UTM, Universitas Terbuka Pokjar Johor, dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Di sesi motivasi dalam acara ini, beliau menyampaikan tentang bagaimana penerapan teknik-teknik NLP dapat membuat pola pikir kita menjadi lebih baik yang kemudian dapat membantu menyelesaikan masalah dan juga bisa membantu kita untuk menjadi pemimpin yang lebih baik pula. Seusai sesi motivasi, diadakan juga kegiatan berupa games indoor yang melatih kerjasama, koordinasi, dan kekompakan.

Galeri foto-foto acara ini dapat dilihat di Facebook Page PPI UTM

 

Berita Duka

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un,

Telah berpulang ke rahmatullah DR. Agoes Priyanto (dosen Indonesia di Fakulti Kejuruteraan Mekanikal) pada pukul 2.50 tadi malam di Hospital Sultanah Aminah, Johor Bahru. Proses fardhu kifayah berlangsung di hospital, dan akan dishalatkan di Mesjid Sultan Ismail UTM.

Mudah mudahan keluarga dan kerabat yg ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan. Dan semoga almarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah. Aaminn