Artikel PPI UTM Berita Penelitian dan Kajian Strategis

Arti Sejarah Bagi Pemuda Daerah

1. Definisi Sejarah

Sejarah dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dalam masa lampau, bisa berupa asal usul (keturunan) silsilah atau bahkan suatu riwayat. Sedangkan definisi lain menyatakan sebagai studi tentang peristiwa masa lalu, khususnya dalam urusan manusia. (Hirst, 2019)

Sejarah berdampak pada karakter manusia dalam dua hal (positif dan negatif) yang berbeda, bergantung pada pengukir dan pelaku sejarah, seperti sejarah kelam perang dunia dengan pengambilan hak kemerdekaan suatu negara, gerakan genosida karena sara, resesi dunia karena kapitalisme, pembunuhan karakter seorang pemimpin dengan propaganda tertentu dan lainnya menuai reaksi negatif bagi yang merugi dan empati namun secara bersamaan positif bagi penghalal aksi.

Berbeda dengan sejarah kehidupan seseorang sehingga memberikan nilai manfaat terhadap ilmu pengetahuan dan pertumbuhan serta perkembangan peradaban yang secara positif menjadi motivasi bagi penerus sejarah sehingga dapat menciptakan pembaharuan atau pengembangan pola pikir yang merupakan sejarah terang, meskipun tidak sedikit memberi peluang pada sikap skeptis dan negatif.

Namun pada dasarnya, sejarah adalah merupakan alat yang seharusnya memberikan peluang untuk mengukir prestasi. Kemerdekaan yang didapatkan dari sejarah, memberikan peluang pribadi untuk lebih menghargai kemerdekaan tersebut untuk menjadi sesuatu yang dinamis dan penuh rasa syukur*).

 

2. Arti Sejarah bagi Pemuda Daerah

“Saya” adalah pemuda daerah, yang lahir dan besar dari sejarah peradaban manusia dari sikap-sikap negatif dan positif lingkungan dan berhubungan dengan sejarah hidup sebelumnya dan lahir dari kemerdekaan yang diperjuangkan oleh pengukir dan pelaku sejarah untuk menciptakan sejarah kemudian.

Penghargaan atas nilai hidup, bertumbuh sesuai perjalanan hidup. “Saya” belajar menghargai arti nilai manfaat bagi diri sendiri dan belajar untuk selalu berempati atas keberadaan orang lain. Sikap skeptis dan sara yang ditunjukkan kepada “saya” tidak membuat “saya” menjadi pembenci melainkan memotivasi untuk membangun sinergi kepada kawan pembenci.

Suka atau tidak suka, sejarah kelam dan terang pada dasarnya terpetakan dalam kehidupan pribadi “saya”. Pengambilan hak atas kebebasan dilakukan pula oleh seseorang yang berjiwa penjajah dengan pembulian dan pembunuhan karakter. Pelecehan atas intelektualitas pribadi dianggap sesuatu yang sah dan “saya” hidup dengan pribadi penuh dengan fitnah, dan seringkali patah semangat karena selalu dianggap tidak lebih baik dari orang lain.

Bertahun-tahun pembunuhan karakter sering dilakukan oleh orang lain bahkan menimbulkan satu titik dimana hidup sepertinya akan menjadi kelam dan ini akan terus berlangsung sampai dunia tidak lagi menerima kehidupan.

Anda tahu?

Apa yang anda dan “saya” cari?

Kebahagiaan bukan?

Tapi, ……

Kebahagian apa yang anda harapkan?

Pujian atau aktualisasi diri?

Jangan-jangan, anda masih di era penjajahan?

Atau mungkin “saya” juga?

Sejarah seperti apa yang ingin anda ukir?

Kematangan pribadi diuji dalam setiap pertumbuhan. Pemikiran dikembangkan dengan percepatan.

Anda tidak sendiri!

Sejarah hidup anda bisa jadi lebih baik dibandingkan orang lain yang seringkali anda tidak sadari.

Siapa anda, sehingga menyerah hanya dengan ratusan kali ujian?

Sedangkan “Pemimpin” **) anda lebih dari ujian yang anda dapatkan.

 

3. Motivasi Sejarah dalam Hidup

Perjalanan hidup seseorang penuh dengan nilai baik bagi diri sendiri ataupun orang lain.

Pengukiran sejarah hidup anda seringkali tidak tertulis dengan tinta emas tapi melekat pada pribadi yang berbangga dengan apa yang anda jalani.

Pembunuhan karakter atas pribadi sering dilakukan terhadap anda tapi bukan berarti anda dilemahkan oleh situasi.

Jika anda memilih untuk tetap mengukir sejarah, maka berbuat banyak dengan melupakan apa yang dilakukan orang lain terhadap anda sehingga menjadi obat bagi jiwa anda.

Orang bisa menganggap anda orang bodoh, tapi anda tidak tahu betapa anda pintar membodohi orang lain dengan “kebodohan” anda sehingga orang lain lupa dengan manipulasi yang anda lakukan yang membuat orang lain “celaka” **).

Semoga anda dan “saya” menjadi pribadi yang beruntung***) sekalipun berangkat dari pemuda daerah yang tidak tahu apa-apa dan terlahir dengan ratusan kali ujian dengan pengharapan (sejarah tak tergantikan).

 

“A race of people is like an individual man; until it uses its own talent, takes pride in its own history, expresses its own culture, affirms its own selfhood, it can never fulfill itself.” (Malcolm X)

 

Sumber:

Kamus Besar Bahasa Indonesia, Definisi Sejarah, https://kbbi.web.id/bersejarah

Hirst, K. Kris, 2019, https://www.thoughtco.com/what-is-history-collection-of-definitions-171282

 

Note:

“Saya” = Subyek

*) Q. S. Ibrahim:7

**) Rasulullah Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalaam

***) Q.S.  Al-Humazah: 1

****) Q. S. Al-Mu’minun:1-3