Artikel PPI UTM Berita Penelitian dan Kajian Strategis

Auto Gate Imigrasi Menjadi Sarana Kemudahan Pelayanan Bagi Warga Negara Indonesia

Pelayanan Autogate Imigrasi adalah adalah sarana pemeriksaan keimigrasian melalui pintu perlintasan otomatis bagi setiap Warga Negara Indonesia yang akan masuk dan keluar wilayah Indonesia dimana untuk membuka pintu tersebut terlebih dahulu diperlukan prosedur pemindaian paspor dan sidik jari yang tersedia pada peralatan Autogate Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengimplementasikan kemudahan layanan pemeriksaan keimigrasian di tempat pemeriksaan Imigrasi melalui sistem Autogate.

Implementasi fasilitas sistem Autogate diberikan kepada Warga Negara Indonesia pemegang paspor elektronik maupun paspor non elektronik yang sudah terpasang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Jika sebelumnya paspor non elektronik harus melalui tahapan registrasi terlebih dahulu jika ingin melintas pada Sistem Autogate yang ada di Bandara International Soekarno-Hatta. Sekarang para pengguna paspor biasa sudah tidak perlu lagi melakukan registrasi terlebih dahulu.

Gambar 1. Autogate Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

Kemudahan dalam menggunakan Auto gate imigrasi adalah bisa menghemat cap paspor bagi WNI sehingga tidak memerlukan waktu yang sangat cepat dalam pergantian paspor apabila WNI yang suka berpergian ke luar/masuk di Indonesia.

Salah satu negara tetangga yang sering dikunjungi oleh WNI adalah Malaysia. Berdasarkan data dari EMGS tahun 2018, jumlah pelajar Indonesia dari berbagai jenjang adalah sebanyak 10.783 orang. Belum lagi termasuk jumlah pekerja Indonesia di Malaysia berdasarkan data Kemnaker 2018 sebanyak 728.870 orang.

Namun pelayanan Autogate imigrasi masih belum berfungsi secara optimal. Salah satu WNI yang pernah melakukan pelayanan Autogate, merasakan tiap-tiap imigrasi di Indonesia masih belum optimal. Beberapa tempat imigrasi harus dilakukan secara manual saja. Tentu saja akan membuat waktu antrian sedikit lama dan menambah cap stempel imigrasi Indonesia di dalam Buku Paspor tersebut.

Auto Gate Imigrasi di Malaysia diharapkan juga bisa dipakai oleh WNI. Perpanjangan paspor tidak akan terjadi secara cepat dan tidak membutuhkan banyak biaya dalam melakukan pergantian paspor di Konsulat Jenderal Republik Indonesia maupun di Kedutaan Besar Republik Indonesia. Khususnya para pelajar yang sedang belajar di Malaysia. Para Orang Tua kemungkinan akan mengunjungi anaknya dalam waktu beberapa kali dalam 1 semester.

Beberapa manfaat jika melintasi Auto gate Imigrasi antara lain (sumber dari Dirjen Imigrasi):
– Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
– Mempermudah, mempercepat dan menyederhanakan proses pemeriksaan keimigrasian.
– Salah satu perwujudan tata nilai akuntabilitas dalam tubuh Ditjen Imigrasi.
– Meminimalisir interaksi petugas dengan masyarakat.

Peningkatan dan Aksesibilitas Autogate bagi para WNI di setiap titik Imigrasi di Indonesia perlu dilakukan secara bertahap supaya memudahkan bagi WNI yang keluar/masuk dari Indonesia. Khususnya diberikan pelayanan Autogate bagi WNI di tiap-tiap Imigrasi Malaysia mengingat penduduk WNI cukup banyak yang tinggal belajar atau bekerja di Malaysia.

oleh : Muhammad Reza Agraha Maha