Kegiatan PPI UTM

Diskusi Anak Bangsa

Diskusi Anak Bangsa Pelajar Indonesia UTM dilakukan tiga kali semester ini, pada 23 Maret 2018, 29 Maret 2018 dan 11 Mei 2018. Forum ini pertama kali dibuat untuk semua mahasiswa dan mahasiswa pascasarjana dari ISS-Indonesia, sebagai tempat di mana mereka dapat berbagi pengetahuan mereka tentang masalah yang dibahas, untuk memperkuat keterampilan mereka dalam komunikasi, bersosialisasi dan kepemimpinan, juga untuk mengeksplorasi berbagai pandangan tentang topik yang menarik. Dengan topik yang diangkat pada diskusi kelompok forum dari yang pertama sampai yang terakhir sebagai berikut: Nasib Pendatang Imigran Indonesia di Luar Negeri, Nasib Indonesia pada 2030, dan 20 Tahun Reformasi: Apakah Negara Ini di Negara Lebih Baik atau Lebih Buruk?

Dengan target 10-15 peserta per forum yang dilakukan, forum ini dapat disebut sukses dengan lebih banyak siswa yang hadir di acara lebih dari target. Dipimpin oleh Muhammad Rohullah Fajar dan Muhammad Haidar Mohalisi (anggota ISS UTM, mahasiswa sarjana) baik secara bergantian di setiap forum, itu dilakukan selama sekitar satu sampai 2 jam durasi. Ini adalah tempat di mana mahasiswa sarjana dapat berbagi pendapat dan berdiskusi dengan tidak hanya mahasiswa sarjana lain, tetapi juga mahasiswa pascasarjana. Dengan semua pendapat yang terkumpul, pada akhir diskusi kemudian disimpulkan. Apa yang kami dapatkan dari diskusi dan solusi untuk masalah itu sendiri. Forum ini diselenggarakan oleh International Student Society Indonesia. Acara ini diadakan di Gazebo of L50, Universiti Teknologi Malaysia berlangsung dari pukul 09.00 – 23.00.

Adapun salah satu hasil dari diskusi kami yang sudah di rangkum, yaitu mengenai Nasib Indonesia pda 2030

[Membahas isu tentang wacana dan opini bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030.

Masalah Indonesia :

  1. Perkembangan pendidikan yang lambat
  2. Keberadaan pendidikan vokasi yang berpotensi meningkatkan pengangguran di Indonesia
  3. Produktifitas hasil karya perguruan tinggi di Indonesia
  4. Kualitas pendidikan tinggi yang rendah di Indonesia
  5. Penguasaan teknologi rendah
  6. Indonesia kekurangan entrepreneur
  7. Banyak investor asing yang mengambil lahan siswa
  8. Hutang yang semakin banyak

Pendidikan Indonesia :

Menanamkan idealism dalam diri siswa, hingga akhirnya mereka dewasa, mereka akan tahu bahwa perut lapar itu tidak enak

2018-2030

Berapa lama? Berapa usia kita? Siapkah kita memimpin? Apa rencana kita ke depan? Akan menjadi apa kita?

Adakah kepemimpinan nasional yang tidak dipengaruhi oleh kekuatan global?

Kepemimpinan yang kuat tidak akan muncul dari masyarakat yang masih menerima serangan fajar. Tidak mungkin seorang pemimpin yang baik lahir dari sesuatu yang buruk. Seorang pemimpin yang baik tidak memberikan uang pada rakyat, karena semakin banyak ia member maka semakin banyak ia ingin menerima.

Indonesia adalah bangsa yang besar maka jangan mau berangkat dengan pesawat yang kecil. Kita memrlukan sebuah pemikiran yang inovatif dan cerdas. Pemimpin yang baik memiliki kemampuan berselancar di dunia, memiliki pengaruh dalam bangsa, dan cerdas bersaing dengan china dan amerika.

Solusi :

  1. Mari memilih kepemimpinan yang kuat
  2. Memperkuat jati diri bangsa
  3. Menjadi cerdas

Beberapa dokumentasi :