Artikel PPI UTM Berita Penelitian dan Kajian Strategis

Hal – Hal yang Bisa Kita Contoh dari Negara Korea

Oleh: Dylan Rafi Hakim

 

Negara korea adalah salah satu negara maju di benua asia. Mesipun negara tersebut hanya memiliki sedikit jumlah penduduk jika dibandingkan dengan Indonesia. Negara tersebut menjadi negara maju karena inovasinya. Apa maksudnya?  Dan apa yang bisa kita contoh dari negara tersebut? Berikut jawabannya.

  • Tidak Pernah Berhenti Belajar

Korea Selatan memiliki pandangan bahwa pendidikan adalah salh satu hal yang mendukung inovasi. Di tahun 2010, Korea Selatan menginvestasikan 7,6% dari produk domestik bruto-nya (PDB) untuk pendidikan. Sehingga, berdasarkan studi dari Boston College, lebih dari 15% warga Korea Selatan mengatakan kesempatan untuk belajar dan berkembang adalah aspek penting dari karir mereka. Sebuah studi yang juga sering dikutip, yang dilakukan oleh para peneliti di Pennsylvania, menghubungkan hubungan antara kemampuan tim dalam mengenali dan menerapkan informasi baru, dapat membantu mereka menciptakan produk inovatif yang tidak terbayangkan oleh pesaingnya. Jadi, pelajaran dari poin ini adalah kita harus memberikan kesempatan kepada anggota tim untuk memperluas keterampilan dan mempelajari hal-hal baru.

 

  • Mempekerjakan Kaum Muda

Pertumbuhan ekonomi biasanya berhubungan dengan 3 hal berikut: kenaikan modal, tenaga kerja dan produktivitas. Korea Selatan memilki dua faktor terakhir, yaitu tenaga kerja dan produktivitas. Angkatan kerja di Korea Selatan berkembang dengan produktif dan juga berpendidikan tinggi.

Di sana, Sebagian besar pekerjanya berasal dari kaum muda atau Generasi Y (Gen Y). Hubungan antara pekerja muda dengan tingkat produktivitas ini telah dibuktikan dari sebuah hasil studi Deloitte yang menunjukkan bahwa Gen Y memiliki sifat yang sangat terbuka akan tantangan baru, ambisus, dan lebih bertanggung jawab dari generasi sebelumnya. Sehingga hal tersebut membuat mereka lebih produktif dalam melakukan pekerjaan. Jadi, pelajaran dari poin ini adalah negara kita harus mulai untuk mempekerjakan kaum muda yang berbakat dan mulai menghilangkan rasa ragu terhadap kemampuan mereka.

 

  • Mencari Pekerja yang Cocok dengan Budaya Perusahaan

Perusahaan-perusahaan di Korea Selatan terkenal dengan pertanyaan-pertanyaan aneh yang mereka ajukan kepada calon pekerjanya. Mereka lebih mengaitkan aspek-aspek personal, seperti berat badan, kebiasaan makan, dan lain sebagainya sebagai pertanyaan yang akan mereka ajukan ke calon pekerja. Karena menurut mereka, pertanyaan-pertanyaan seperti itu menjadi hal yang penting untuk bisa mencari tahu, apakah calon pekerja mereka cocok dengan budaya perusahaan atau tidak.

Biasanya, setelah proses perekrutan, untuk terus memastikan lagi bahwa pekerja mereka memang cocok dengan budaya perusahaan, para manajer di perusahaan membuat program yang dapat membangun loyalitas para pekerjanya. Pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari program ini adalah pentingnya membuat anggota tim tetap berkomitmen pada budaya inovasi.

Hubungan antara budaya perusahaan dengan tingkat produktivitas sudah terbukti dari hasil survei di tahun 2005 dari University of Lowa, bahwa hubungan yang kuat dari budaya di perusahaan akan mendorong produktivitas yang tinggi dan membangun komitmen bersama.

 

  • Berjuang dalam Kompetisi

Kunci dari bertahan dalam kompetisi adalah inovasi. Korea Selatan percaya siapapun bisa menjadi inovatif. Itu sebabnya 92% dari jumlah penduduk, berdasarkan survei yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar global Edelmen Berland, mengatakan usaha kecil  dan menengah dapat menjadi perusahaan besar yang inovatif. Selain itu, Korea Selatan juga mengakui inovasi dapat terjadi dalam berbagai cara, mulai dari peningkatan produk dan jasa, hingga mencoba model bisnis baru. Secara total, 95% warga Korea Selatan mengatakan inovasi adalah prioritas strategis.

 

Sumber: http://shiftindonesia.com/