Artikel PPI UTM Berita Penelitian dan Kajian Strategis

Kesadaran Machine Learning bagi Generasi Mendatang

Oleh : Diva Alifta Chandra

 

Masa depan mungkin telah dimulai dari sekarang, dikarenakan teknologi canggih yang diramalkan pada jaman dahulu satu persatu telah bermunculan,salah satunya adalah teknologi bernama Machine Learning .

Machine Learning sebenarnya merupakan cabang teknologi dari AI (Artificial Intelligent), yang dikabarkan sebagai lanjutan AI yang lebih canggih ,seperti namanya “Machine Learning” merupakan teknologi yang mampu memahami, mempelajari, memprediksi, dan beroperasi secara mandiri.

Teknologi AI dan Machine Learning akan lebih banyak digunakan pada robot, dan pada dasarnya teknologi ini dibuat untuk mempermudah manusia dalam mengerjakan kegiatan sehari-hari oleh karna itu terciptalah sebuah “machine learning”dimana manusia tidak perlu memprogram robot terus menerus dikarenakan robot tersebut dapat belajar sendiri dari manusia.

Saat ini dunia sedang menghadapi pandemi COVID-19, setiap ons inovasi teknologi dan kecerdikan yang dimanfaatkan untuk melawan pandemi ini membawa kita selangkah lebih dekat untuk mengatasinya. Kecerdasan buatan (AI) dan Machine Learning memainkan peran kunci dalam pemahaman yang lebih baik dan mengatasi krisis COVID-19. Teknologi Machine Learning memungkinkan komputer untuk meniru kecerdasan manusia dan menyerap data dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi pola dan wawasan dengan cepat.

Dalam perjuangan melawan COVID-19, organisasi dengan cepat menerapkan keahlian Machine Learning mereka di beberapa bidang yaitu meningkatkan komunikasi pelanggan, memahami bagaimana COVID-19 menyebar, dan mempercepat penelitian dan perawatan.

Machine Learning juga membantu para peneliti dan praktisi menganalisis data dalam volume besar untuk meramalkan penyebaran COVID-19, untuk bertindak sebagai sistem peringatan dini untuk pandemi masa depan dan untuk mengidentifikasi populasi yang rentan. Sementara itu, di bidang Biomedis, para peneliti menggunakan Machine Learning untuk membantu mengenali pola dalam gambar, meningkatkan kemampuan ahli radiologi untuk menunjukkan kemungkinan penyakit dan mendiagnosisnya lebih awal.

Saya terinspirasi dan terdorong menerapkan Machine Learning untuk mengatasi COVID-19. Saya selalu percaya pada potensi Machine Learning untuk membantu memecahkan tantangan terbesar di dunia kita dan janji itu kini mulai membuahkan hasil ketika beberapa organisasi  merespons krisis ini. Ini adalah harapan saya bahwa dalam masa yang sulit ini kita dapat bekerja bersama dalam skala global untuk berinovasi dan menemukan cara baru pembelajaran mesin dapat berkontribusi dalam perjuangan melawan COVID-19.

Walaupun demikian melihat pengembangan saat ini yang memang goal akhir yang akan dicapai yaitu akan menciptakan kecerdasan untuk sebuah mesin dimana si mesin tersebut yang nantinya akan menyusun perencanaan, membuat pertimbangan untuk hal tersebut, juga akan memutuskan pada akhirnya apa yang akan dilakukan si mesin tersebut. Hal ini memungkinkan bahwa si mesin tersebut pada akhirnya tidak akan membutuhkan bantuan manusia dalam pekerjaanya.

Pada akhirnya, ini juga yang menimbulkan salah satu kekhawatiran di kalangan banyak orang karena takutnya bahwa si kecerdasan yang di iming-imingkan ini malah membawa malapetaka buat keberadaaan manusia itu sendiri. Ini menjadi momen dimana memang sesuatu hal yag tidak mungkin di masa yang lalu menjadi mungkin untuk diwujudkan saat ini. Sebagai tambahan, bahkan ada yang mengaitkan bahwa akhir dari pengembangan ini juga dapat menjadi akhir dari keberadaan manusia itu sendiri. Digitalisasi yang sangat berkembang menambah dukungannya.

Namun, hal yang pasti yang perlu kita berkonsentrasi lebih lagi yaitu fokus dari pengembangan itu sendiri. Lebih ke arah yang mana? Bagian apa saja dari sistemnya yang diperbaiki? Kecerdasan seperti apa yang memang diinginkan dan cocok untuk diaplikasikan. Tapi, yang paling penting adalah pemahaman dasar dari si kecerdasan itu sendiri. Perlu ada kesamaan pemahaman dari semua pihak agar memang dalam proses semua pihak dapat memberi kotribusi baik itu lewat tanggapan atas isu yang ada atau juga lainnya.

Karena kebetulan saya sedang part time di suatu perusahaan microprocessor. Saya melakukan observasi sejauh apa mereka mengimplentasikan tentang Machine Learning. Dan hasil nya ber-ragam. Ketika saya bertanya kenapa mereka yang tertarik untuk ini, jawaban yang paling saya suka adalah sangat simple. Yakni “Agar dapat membuat robot dan pada dasarnya teknologi ini dibuat untuk mempermudah manusia dalam mengerjakan kegiatan sehari-hari oleh karna itu terciptalah sebuah “machine learning” dimana manusia tidak perlu memprogram robot terus menerus dikarnakan robot tersebut dapat belajar sendiri dari manusia.

 

DAFTAR REFERENSI:

  1. GS Randhawa, MPM Soltysiak, H El – Plos one, 2020 – journals.plos.org
  2. https://medium.com/@jordangreenhall/generation-omega-6eaf1a0a0ac4
  3. https://www.kompasiana.com/rybob96/5ec3dee6097f3621f57901f2/konsep-machine-learning-artificial-intelligence-ai-industri-migas?page=all