Artikel PPI UTM Berita Penelitian dan Kajian Strategis

Membentuk Integritas Penerus Bangsa

Oleh : Mohammad Raziq Fakhrullah

 

Indonesia merupakan Negara dengan sumber daya alam yang berlimpah, mulai dari bahan tambang, tanah yang subur, hingga potensi kelautan yang sangat bermanfaat. Kekayaan alam ini pun diiringi oleh keunikan dan keindahan alam yang mendorong potensi pariwisata di Indonesia menjadi sektor penting bagi Negara. Di sisi lain, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar yang dapat menjadi keunggulan atas dasar usia produktif yang terus meningkat, namun juga dapat menjadi ancaman dikarenakan latar belakang masyarakat yang berbeda-beda. Aspek-aspek ini menjadi indicator bahwa  Indonesia rentan akan ancaman dari Negara lain yang ingin memanfaatkan sumber daya di nusantara. Tentu hal ini harus kita waspadai dengan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki integritas untuk menyelamatkan bangsanya sendiri.

Kenapa sebuah bangsa harus berintegritas ?, Di era saat ini, ancaman yang sebenarnya bukanlah ancaman fisik seperti serangan militer yang meinginvasi suatu wilayah, melainkan perang mindset dan ekonomi  yang dapat meruntuhkan suatu Negara secara perlahan. Ancaman non-fisik seperti ini biasanya diawali dengan mengubah suatu minset spiritualisme menjadi materialisme. Sehingga masyarakat akan mudah terinfeksi dengan pemikiran-pemikiran yang konsumtif dan koruptif yang menjadi cikal bakal hancurnya integritas bangsa. Di era sekarang ini, sifat konsumtif dan koruptif seseorang seakan-akan sudah menjadi hal yang lumrah. Untuk itu membentuk penerus bangsa yang berintegritas menjadi solusi utama bagi bangsa ini.

Bagaimana cara membentuk generasi muda yang berintegritas ?, tentunya dengan meningkatkan nilai-nilai spiritualisme  dan membangun kembali nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh orang-orang terdahulu  di dalam jiwa generasi muda, dengan demikian akan melahirkan generasi muda yang bersikap jujur ​​dan menunjukkan kepatuhan yang konsisten dan tanpa kompromi terhadap prinsip dan nilai moral dan etika yang kuat. Hal ini dapat diartikan bahwa pendidikan materialisme tanpa nilai-nilai spiritualisme hanya akan menjadikan suatu bangsa yang kuat di luar namun lemah di dalam.

Untuk mewujudkannya perlu adanya sosialaisasi kepada masyarakat akan pentingnya hal ini. Kita perlu menumbuhkan kesadaran dari kalangan orang tua agar mengarahkan atau mendidik anaknnya dengan cara yang lebih baik. Dan kita juga perlu kesadaran bagi para tenaga pendidik dan pemuka agama untuk membantu dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat secara moril. Namun gerakan ini mebutuhkan proses yang panjang dan penuh dengan rintangan dikarenakan beberapa pihak yang merugi akan berusaha menghalanginya.

Ketika integritas bangsa  sudah mulai  terbentuk, maka perubahan-perubahan akan mulai terjadi. Aspek birokrasi pemerintahan, ekonomi, hukum, dan sosial akan mulai tereformasi dengan baik Seperti supermasi hukum yang mulai terlihat, kesenjangan ekonomi berkurang, terciptanya pemilu yang bersih dan adil, hingga lirikan dari Negara-negara lain sebagai bangsa yang  besar dan kuat. Tentu hal-hal ini menjadi indikator tercapainya tujuan leluhur yang tercantum pada pembukaan UUD 1945.