Berita

Press Release Pemberlakuan VISA 2 Tahun kepada Mahasiswa Indonesia

PRESS RELEASE

KEPADA MAHASISWA INDONESIA DI PERGURUAN TINGGI MALAYSIA

PEMBERLAKUAN VISA 2 TAHUN

EFEKTIF BERLAKU MULAI 1 MARET 2015

 

  1.  Salah satu masalah yang dihadapi oleh para mahasiswa Indonesia di Malaysia adalah VISA izin belajar dan tinggal selama melaksanakan studi. Masalah ini sempat mengemuka dan menjadi headline media cetak nasional di tahun 2011 bahkan 2012, namun tidak kunjung dapat diselesaikan. Masalah utama adalah pengurusan Visa memakan waktu lama (1-2 bulan), biaya tergolong mahal (RM.1,000-3,000 untuk perguruan tinggi swasta), dan ketidakpastian diperoleh/tidaknya Visa karena pengurusannya diserahkan kepada agen.
  2. Masalah tersebut memberikan konsekuensi terhadap 8.170 mahasiswa Indonesia di Malaysia (versus 4.380 mahasiswa Malaysia di Indonesia). Atas dasar tersebut telah disepakati Memorandum saling Pengertian (MOU) antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia. MOU tersebut menyepakati izin belajar dan izin tinggal pelajar serta Visa untuk program pendidikan tinggi yang ditandatangani bersama oleh menteri Mendikbud Muhammad Nuh dan Menteri Pendidikan II Malaysia Haji Idris Jusoh pada tanggal 19 Desember 2013.
  3. Salah satu hal penting dalam MOU tersebut adalah kesepakatan izin belajar dan ijin tinggal serta pemberlakuan Visa pelajar/mahasiswa kedua negara dengan masa (tempoh) berlaku 2 tahun (2+2+2 tahun), dan dapat diperpanjang selama studi baik di perguruan tinggi negeri (IPTA) maupun perguruan tinggi swasta (IPTS). MOU ini efektif berlaku sejak ditandatangani untuk masa 6 (enam tahun) dan secara otomatis dapat diperpanjang setiap tahun, kecuali salah satu negara mengusulkan pemberhentiannya.
  4. Proses realisasi pelaksanaan MOU tersebut di pihak Malaysia berjalan sangat lambat, dikarenakan di tahun 2014 terjadi perubahan kebijakan, dimana otoritas pengurusan Visa berada di bawah satu kelembagaan baru, yaitu Education Malaysian Global Services (EMGS), selain karena lambatnya koordinasi antar lembaga terkait.
  5. Sebagai Atase Pendidikan yang baru, kami mewakili Dubes RI hadir pada acara Ied Mubarak Celebration EMGS tanggal 25 Agustus 2014. Pada kesempatan tersebut kami mendapat kesempatan untuk berdialog langsung dengan Menteri Pendidikan II Malaysia Dato’ Seri Idris bin Jusoh dan Chief Executive Officer EMGS Encik Mohd. Yazid bin Abd. Hamid di meja bundar resepsi. Kami sampaikan hal bahwa MOU terkait pemberlakuan Visa pelajar/mahasiswa Indonesia untuk periode 2 tahun belum diimplementasikan oleh Pemerintah Malaysia, juga permasalahan proses pengurusan Visa yang memakan waktu lama. Menteri Pendidikan II mencatat hal yang kami sampaikan dan menjanjikan untuk segera mengimplementasikan MOU tersebut.
  6. Resolusi Konvensyen Kepimpinan Mahasiswa Indonesia-Malaysia pada tanggal 6-8 Desember 2014 di UKM Bangi dan KBRI Kuala Lumpur, yang salah satu butir resolusi mendorong Pemerintah Malaysia untuk membenahi proses pengurusan Visa mahasiswa Indonesia, disampaikan oleh wakil mahasiswa kedua negara kepada perwakilan Kementerian Pendidikan Malaysia dan Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur.
  7. Atase Pendidikan terus mengomunikasikan dengan pihak EMGS dan My Community dan juga dengan Atase Pendidikan Malaysia pada Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, mendesak Pihak Malaysia agar segera mengimplementasikan MOU tersebut. Pemerintah Indonesia sudah lebih dulu mengimplementasikan Visa 2 tahun kepada mahasiswa Malaysia di Indonesia. Puncaknya pada acara bilateral meeting antara delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Jokowi dan delegasi Malaysia dipimpin oleh PM Malaysia Dato’ Sri Mohd. Najib di Putrajaya tanggal 6 Pebruari 2015. Pada kesempatan tersebut Atase Pendidikan bertemu Menteri Pendidikan II Malaysia dan menagih kembali janji implementasi Visa 2 tahun untuk mahasiswa Indonesia, dan beliau memastikan dalam waktu 2 (dua) minggu akan direalisasikan.
  8. Hari Jumat 26 Pebruari 2015, Encik Mohd. Yazid bin Abd. Hamid (EMGS) berkomunikasi dengan kami via telpon menyampaikan berita bahwa implementasi Visa 2 tahun bagi mahasiswa Indonesia telah mendapatkan persetujuan dari Jabatan Imigresen Malaysia, dan berlaku efektif mulai 1 Maret 2015 (salinan surat terlampir). Dengan berlakunya kebijakan baru Visa mahasiswa tersebut, diharapkan dapat memberikan solusi terhadap masalah Visa mahasiswa Indonesia di Malaysia, terkait dengan periode berlakunya Visa yang lebih panjang dibandingkan sebelumnya (1 tahun) dan menekan biaya yang dikeluarkan mahasiswa.

 

Kuala Lumpur, 2 Maret 2015

Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Malaysia

Prof. Dr. Ari Purbayanto

E-mail: purbayanto@yahoo.com

 

Dikutip dari: http://ppi-malaysia.org/press-release-pemberlakuan-visa-2-tahun-kepada-mahasiswa-indonesia/