Artikel PPI UTM Berita Penelitian dan Kajian Strategis

Situasi Pendidikan di Kala Pandemi

Oleh : Mohammad Raziq Fakhrullah

 

Pandemi Covid-19 lagi-lagi menjadi masalah di di saat ini, bukan lagi mengenai kesehatan, melainkan  pendidikan yang mengalami kemunduran yang sangat mengkhawatirkan. Para pelajar SD, SMP, dan SMA tidak dapat belajar di sekolah dikarenakan protokol kesehatan yang mengharuskan mereka belajar di rumah, hal yang sama pun terjadi kepada para mahasiswa yang tidak dapat belajar di kampus. Apakah hal ini sangat berdampak buruk bagi para pelajar ?, dan bagaimana solusi yang harus diterapkan ?. Mari kita bahas lebih lanjut.

Pemerintah melalui surat edaran kemendikbud No 3 Tahun 2020 menghimbau kepada tenaga pengajar untuk menerapkan kegiatan belajar di rumah sesuai dengan situasi daerah masing-masing. Hal ini membuat sekolah yang menerapkan kegiatan  belajar di rumah harus menggunakan sistem daring atau  online learning demi melanjutkan kegiatan  belajar-mengajar . Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa kebijakan ini memiliki sisi positif dan negatifnya.

Sistem pembelajaran daring secara umum memiliki kekurangan, yaitu para guru tidak dapat menjelaskan materi secara optimal, dan para murid memiliki daya tangkap yang berbeda-beda. Para guru juga tidak dapat memantau murid secara langsung ketika mereka membuat tugas atau ujian, hal ini menyebabkan ketidakpastian tolak ukur nilai murid di masa pembelajaran daring. Bukan hanya mengenai pembelajaran akademik, namun para pelajar tidak dapat melakukan kegiatan ekstrakulikuler dan bersosialisasi bersama teman-temanya, padahal ini adalah kegiatan yang tidak kalah pentingnya dengan pembelajaran akademik. Dan pada kondisi dimana seseorang harus berdiam diri dirumah tanpa adanya sosialisasi seperti biasanya memiliki dampak buruk terhadap psikologi orang tersebut. Alasan-alasan ini menunjukan  besarnya dampak negatif pandemi di dunia pendidikan.

Ini saatnya peran wali murid atau orang tua sangat dibutuhkan. Pada waktu normal, umumnya orangtua hanya sebagai penjaga,pembimbing dan pendidik moral seorang anak di rumah. Namun sekarang, orang tua memiliki tugas tambahan yaitu sebagai pembimbing dalam pembelajaran akademik anak, dan menjaga anaknya agar tidak depresi di rumah. Orang  tua dapat melakukan kegiatan bersama anaknya setiap hari seperti bersih-bersih rumah, mengobrol bersama, ataupun olahraga bersama di lingkungan rumah. Hal ini dapat menjaga kesehatan psikologi anak tersebut selama pandemi.

Di sisi lain, situasi ini memiliki dampak positifnya, dimana para pelajar dan guru dapat lebih mengenal teknologi komunikasi yang juga bermanfaat pada saat situasi normal. Mereka juga belajar untuk menghargai kesempatan belajar dikala situasi normal yang sangat berarti bagi kehidupan mereka. Selain itu, ini menjadi momen yang sangat spesial bagi anak dan orang tuanya untuk dapat berkumpul bersama dirumah.

Maka dari itu, mari sama-sama kita menyikapi masalah pandemi ini lebih dewasa. Tidak dapat dipungkiri bahwa solusi dari masaah pendidikan di kala pandemi ini bukanlah dari kebijakan pemerintah, melainkan kerja sama antara guru dan orang tualah yang menjadi kunci utama penyelesaian masalah ini. Memang perlu adanya sosialisasi oleh pemerintah atau guru terhadap wali murid agar orang tua dirumah dapat lebih memahami situasi dan tahu bagaimana cara menghapi anaknya. Namun hal ini akan menjadi sia-sia jika kesadaran dan optimisme orang tua terhadap pendidikan anaknya tidak optimal.