Artikel PPI UTM Berita Penelitian dan Kajian Strategis

The Heart and Brain of A City

Oleh : Surry Rahmandika

 

“Berbicara tentang sebuah kota secara tidak langsung membuat diri kita ditarik kedalam sebuah persoalan kompleks yaitu kehidupan manusia atau lebih tepatnya makhluk hidup.” 

Sebuah kota dapat didefinisikan secara sederhana, suatu tempat dimana manusia melakukan aktifitasnya tanpa mengesampingkan apa yang ada di sekitarnya. Tempat tersebut dituntut dengan segala macam persoalan yang memang sudah ada pada awalnya dan ditambah dengan persoalan buatan dari manusia. Pada dasarnya sebuah kota itu tercipta tanpa disadari oleh manusia sama seperti ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia saat ini.

 

Cerita singkatnya seperti ini, tapi sebelum itu kita harus mengesampingkan apa yang agama ajarkan  “ilmu agama adalah ilmu akhir tapi ilmu manusia adalah bagian untuk menuju ilmu akhir tersebut”.

 

Manusia purba adalah manusia yang hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lain atau yang disebut nomaden (geografi) . Suatu ketika di perjalanan hujan turun dengan lebat dan diikuti oleh kilatan petir, kilatan itu sangat kuat dan akhirnya membakar benda yang dibawa oleh manusia purba tersebut, lalu munculah api dari peristiwa itu (kimia), dengan adanya api manusia tahu bagaimana memasak makanan disertai dengan pengetahuan dalam menanam biji-bijian (agrikultur). Karena itulah manusia purba tersebut berhenti melakukan nomaden dan menetap disuatu tempat.

 

Biji-bijian yang ditanam  menghasilkan banyak makanan yang membuat manusia tahu bagaimana cara menghitung makanan yang mereka miliki (matematika). Populasi kian bertambah dan membuat manusia harus berpikir untuk mencipatakan sesuatu yang bisa menolong mereka mendistribusikan makanan yang mereka produksi (fisika).  Dari peristiwa tersebut munculah sebuah perdagangan dikalangan manusia tadi (ekonomi). Dengan adanya perdagangan itu, manusia harus mengatur semuanya agar semuanya memiliki pekerjaan dan makanan (politik). Masalah dari sifat mengatur itu menimbulkan sebuah perperangan karna tidak semuanya manusia ingin diatur (perang). Karena adanya perang manusia belajar tentang bagaimana menyembuhkan luka yang mereka buat sendiri (biologi), serta bagaimana untuk menenangkan pikiran mereka (psikologi). Perang pun selesai tanpa ada yang diuntungkan dan semua itu akan dikenang dan diingat oleh siapapun (sejarah).

 

Cerita diatas memberikan gambaran tentang apa saja fungsi dasar dari sebuah kota yaitu mencukupi semua kebutuhan manusia seperti rumah, makanan, pekerjaan, hiburan, dan lainnya.

 

Pembangunan dan perkembangan sebuah kota juga tidak bisa lepas dari kemajuan teknologi. Sebelum dikembangkannya mobil oleh Nicolas Josep Cugnot, jalanan yang kita miliki tentu tidak akan sebesar saat ini. Tetapi semuanya harus diubah  dan diatur ulang kembali saat ditemukannya mobil karena kita membutuhkan jalanan yang lebih besar dan tidak kasar. Pada saat itu jumlah mobil tersebut masih sangat sedikit tetapi saat memasuki revolusi industri ke 2, mobil-mobil tersebut mulai diproduksi massal dan menyebabkan jumlah mobil terus meningkat sampai saat ini sehingga jalanan yang kita butuhkan juga akan semakin melebar.

 

Dengan adanya teknologi, apa yang akan terjadi kedepannya dapat diperkirakan dan dielakan. Contoh nya adalah Singapore, negara tersebut saat ini mencoba mengatur ulang daerahnya sehingga dapat memaksimalkan sumber daya yang dapat diperbarui seperti angin, air dan sinar matahari. Mereka mencoba untuk mengatur laju dan arah angin sehingga angin melewati seluruh pelosok daerahnya, sinar matahari ditangkap oleh ribuan panel surya yang telah mereka pasangkan diatap dan dinding-dinding bangunan mereka. Singapore adalah suatu negara yang tidak memiliki sumber air baku, tetapi saat ini mereka tidak pernah kekurangan air, mereka mengelola air hujan dan menjaga pola air untuk tetap berada dalam siklusnya. Jika semua hal itu dapat diwujudkan maka Singapore tidak akan membutuhkan sumber daya seperti minyak yang jelas memiliki efek yang sangat buruk terhadap lingkungan dan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui lainnya. Daerah asia terkhusus asia tenggara merupakan daerah yang memiliki tingkat pencemaran lingkungan yang paling rendah jika dibandingkan dengan benua lainnya. Hal itu tidak lepas dari hutan karbon terbesar didunia yang terletak di Indonesia. Dan saat ini global warming mendorong setiap perusahaan yang menghasilkan polusi yang besar untuk membayar atau membeli karbon yang dihasilkan oleh hutan karbon dari negara yang memilikinya. Hal ini dilakukan untuk menekan polusi yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik perusahaan tersebut.

 

Burj khalifa, menara Shanghai, Makkah Royal Clock Tower, dan lainnya adalah beberapa menara tertinggi di dunia saat ini. Teknologi memungkinkan untuk membangun bangunan yang tinggi. Bangunan itu tentu juga akan dapat menampung penduduk yang lebih banyak contoh jika pembangunan menara Mile High Illinois  atau The Illinois tidak dibatalkan maka menara dengan ketinggian mencapai 1600 dapat menampung lebih dari 400 juta penduduk. Jumlah tersebut bahkan 2 kali lipat jumlah penduduk Indonesia dan pembangunan tersebut hanya membutuhkan luas 1,7 juta meter persegi dimana Indonesia memiliki luas 1.811.570 km persergi. Tetapi kenyataan saat ini, walaupun kita memiliki teknologi tetapi masalah-masalah kota masih saja terlalu banyak dan malah menjadi kompleks. Masalah seperti tunawisma, kelaparan, kesehatan, air dan sanitasi yang bersih, lapangan pekerjaan dan lainnya. setiap kota pasti memiliki tujuan masing-masing karena semua masalah tersebut tidak dapat diselesaikan seperti membalikan telapak tangan, semuanya membutuh proses dan sumber daya. Pada saat ini tolak ukur yang digunakan untuk mengukur kemajuan kota adalah PDB (produk domestic bruto) tetapi kita harus berpikir kembali apakah itu efisien atau tidak. Atau bahkan akan lebih baik jika kita menggunakan  tolak ukur lainnya seperti health and happiness index ? , karena kota adalah tentang kehidupan manusia.

 

Sebuah kota bisa diibaratkan seperti tubuh manusia tetapi lebih kompleks karena di kota tidak hanya diisi oleh satu orang saja tetapi ribuan atau bahkan jutaan manusia. Kota juga bisa meraskan lelah dan juga mendapatkan penyakit. Jika pembuluh darah kita tersumbat maka darah akan menumpuk dan hal itu disebabkan oleh tumpukan plak di pembuluh darah. Begitu juga dengan kota, pembuluh darah yang dimiliki oleh kota adalah jalanan, dan jika jalanan yang dimiliki oleh sebuah kota tersebut macet maka pembuluh darah kota juga akan tersumbat. Masalah dari pembuluh darah kota tersebut akan menimbulkan masalah lainnya secara satu persatu seperti pencemaran udara meningkat dan udara akan menjadi kotor. Udara yang kotor tersebut akan dihirup oleh manusia yang mengakibatkan manusia itu akan menjadi sakit. Kemacetan tersebut juga akan mengganggu mental dan psikis manusia, jika mental dan psikis terganggu itu akan berdampak pada bagaimana manusia tersebut berhubungan dengan manusia lainnya. oleh karena itu kita harus fokus dan mempelajari lebih tentang bagaimana mendesain dan mengatur kota yang kita miliki. Kota yang baik akan melahirkan manusia  yang baik juga dan begitu sebaliknya. Dan pada akhirnya akan melahirkan negara yang baik dan maju.

 

Indonesia adalah negara dengan wilayah dan penduduk yang besar tetapi sampai saat ini masih berada diposisi negara berkembang dan masih memiliki masalah-masalah besar yang harus diselesaikan. “Indonesia harus melompat untuk mengejar ketertinggalannya” tetapi sebelum melakukan loncatan tersebut, Indonesia harus memperbaiki semua kota-kota utama yang dimilikinya sehingga saat melakukan lompatan, kota tersebut dapat menyokong kota-kota kecil lainnya yang berada disekitarnya, yang konsep ini disebut dengan NewTown.  hal ini sama dengan yang dilakukan oleh Britain saat melalukan revolusi industry. Dan jika semuanya telah selesai, maka saat itu jugalah Indonesia akan berada di level negara maju.